Untitled

Published Juni 18, 2015 by farahisna

 

Vi adalah seorang mahasiswa disebuah universitas swasta terkemuka di Perth. Dapat diketahui bahwa Vi adalah salah satu siswi yang cerdas, hal ini dibuktikan dengan banyaknya teman yang minta diajarkan mata kuliah yang tidak mampu dia mengerti, seperti sonny dan rio.

“ vi, sibuk ga ? gue mau les privat nih sama lo.” Kata sonny.

“privat apaan ? ih kan gue juga masih belajar, belajar bareng aja kali.” Jelas vi.

“semua mata kuliah, nanti gue sama Rio kerumah lo deh buat minta diajarin, gue lebih nyambung kalo lo yang ngajarin.” Ungkap Sonny.

Setelah obrolan panjang, akhirnya Vi mau menjadi guru privatnya namun dengan syarat hanya Rio dan Sonny. Hari demi hari pun berlalu, setelah satu bulan lamanya Vi menjadi guru privat suatu hari datang surat undangan untuk menjadi salah satu asisten laboratorium yang sesuai dengan kemampuannya. Tanpa fikir panjang lagi dia pun menerima tawaran tersebut. Sampai saat ini sudah hampir 6 bulan ia bekerja di laboratorium tersebut.

Suatu hari datanglah salah satu asisten laboratorium lain yang memang ruangannya berdekatan untuk mengunjungi salah satu temannya yang merupakan asisten laboratorium di tempat Vi bekerja. Namanya adalah Eza, sosoknya tinggi dengan tubuh sangat ramping dan dengan penampilan yang sangat berwibawa. Vi pun merasa tertarik dengannya, beberapa hari kemudian merekapun sudah mempunyai kontak hp satu sama lainnya.

Setelah pendekatan yang cukup lama, diketahui bahwa Vi telah menjadi kekasih dari Eza, banyak asisten yang merasa iri, karena mereka sama sama pintar dan cantik serta tampan. Awal-awal pacaran Vi selalu diperlakukan layaknya seorang putri.

“Kamu mau makan apa ?? pulang mau aku jemput ga ?” Tanya Eza.

“Nanti aja deh kita makan bareng, gausah jemput.” Jawab Vi.

“Oke sayang. Love you :*”

“Love you too :*”

Namun setelah hubungan mereka berjalan selama 2 bulan, datanglah seorak pria dalam kehidupannya Vi, dia adalah seseorang yang dahulu pernah dekat dengan Vi, namanya Fiky. Dia seorang dokter muda. Fiky mulai berusaha untuk merebut hati Vi kembali. Eza pun mengetahui hal ini dan dia merasa dalam kehidupannya Vi terlalu banyak pria, dia pun mulai marah dan mulai melarang hal-hal yang seringkali dilakukan oleh Vi. Dengan prilaku dari Eza ini membuat Vi makin tidak respect dengannya, apalagi yang dilakukannya sudah diluar batas seorang pacar, menurut Vi, Eza sangat terobsesi dengannya dan dia merasa sangat tidak nyaman. Setelah dia berfikir secara matang, akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Eza dan dia juga tidak membuka hatinya untuk Fiky.

“ Kita udahan aja ya.” Jelas Vi

“Loh kenapa ? maafin aku, aku bakal berubah buat kamu, jangan putus ya” mohon Eza.

“Udah kita udahan aja”. Kata Vi

Setelah kejadian itu Vi mulai menjadi sangat pemilih dan menutup hatinya rapat-rapat bagi semua pria yang mendekatinya. Dan Vi mulai merasa bahwa hidupnya lebih bahagia saat ini ketika dia tidak mempunyai kekasih dibandingkan ketika dia memiliki seorang pacar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: