Referensi Jurnal

Published Juni 7, 2015 by farahisna

ANALISIS KOMPARATIF DALAM MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK.

 

Lili Syafitri, S.E., Ak., M.si., Trisnadi Wijaya S.E., S.Kom., M.Si.

STIE MDP, Jl. Rajawali No 14, Palembang 30113, no telp. 0711-376400

Jurusan Manajemen Keuangan, STIE MDP, Palembang

e-mail: lucyana_ningrum@yahoo.co.id

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi kebangkrutan menggunakan model Altman Z-score, Springate, Zmijewski, Foster dan Grover pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2009-2013. Populasi pada penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk mulai dari tahun pendirian sampai sekarang. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu laporan keuangan tahunan periode 2009-2013. Pengujian hipotesis menggunakan uji beda One Way ANOVA dan perhitungan tingkat akurasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil analisis antara kelima model analisis kebangkrutan yang digunakan pada penelitian ini. Tingkat akurasi untuk model Altman Z-score adalah 0% sedangkan model Springate sebesar 80%. Namun tingkat akurasi untuk model Zmijewski, Foster dan Grover adalah sebesar 100%. Diantara kelima model analisis kebangkrutan tersebut yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi adalah Zmijewski, Foster dan Grover.

Kata kunci : Analisis kebangkrutan, Altman Z-score, Springate, Zmijewski, Foster dan Grover.

Abstract

This study aims to determine the bankruptcy prediction model Altman Z-score, Springate, Zmijewski, Foster and Grover at PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. period 2009-2013. The population in this study is the annual report statements PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. ranging from the establishment until now. The sample in this study using purposive sampling method is the annual report statement of 2009-2013. Hypothesis testing using different test One Way ANOVA and calculation accuracy rate. The results showed that there are differences between the analytical results fifth bankruptcy analysis models used in this study. The level of accuracy for the Altman Z-score model is 0%, while the Springate model is 80%. However, the accuracy of the model Zmijewski, Foster and Grover is at 100%. Among the five models of the bankruptcy analysis which has the highest level of the accuracy is Zmijewski, Foster and Grover.

Keywords : bankruptcy analysis, Altman Z-score, Springate, Zmijewski, Foster and Grover.

  1. PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

 

Pada dasarnya tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memaksimumkan keuntungan perusahaan dan kemakmuran pemilik perusahaan. Maka dari itu, pihak manajemen harus dapat menghasilkan keuntungan yang optimal dan pengendalian yang seksama terhadap kegiatan operasional, terutama yang berkaitan dengan keuangan perusahaan.

Analisis laporan keuangan sangat dibutuhkan agar dapat memahami informasi laporan keuangan tersebut yang dimana nantinya akan bermanfaat untuk pengambilan keputusan dimasa yang akan datang. Analisis laporan keuangan menekan kan hanya pada satu aspek keuangan saja. Hal itu menjadi kelemahan dari analisis laporan keuangan maka dari itu memerlukan alat analisis lainnya untuk menggabungkan berbagai aspek keuangan tersebut. Alat analisis tersebut adalah analisis kebangkrutan.

Kebangkrutan tidak akan terjadi jika tanpa adanya penyebab kebangkrutan itu sendiri. Berdasarkan penelitian Gamayuni (2011) penyebab kebangkrutan dapat berasal dari faktor internal dan eksternal perusahaan. Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan tentunya ada beberapa pihak yang akan dirugikan yaitu pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan seperti investor dan kreditur (Adriana, dkk, 2012). Untuk meminimalisir resiko kebangkrutan, diperlukan suatu alat atau model prediksi yang dapat digunakan untuk memprediksi ada atau tidaknya potensi kebangkrutan perusahaan.

beberapa penelitian menyimpulkan hal yang berbeda dimana prekditor yang terbaik diantara ketiga model prediktor yang dianalisa antara lain model Altman Z-score, model Zmijewski dan model Springate. Penelitian Imanzadeh, dkk. (2011) menyatakan bahwa “model Springate lebih konservatif dibandingkan model Zmijewski”. Sedangkan penelitian yang dilakukan Fatmawati (2012) menyimpulkan bahwa “model Zmijewski merupakan prediksi yang lebih akurat dibandingkan model Altman Z-score dan model Springate”. Dengan adanya perbedaan yang muncul dari setiap hasil penelitian diatas, maka penelitian yang akan dilakukan kali ini mengkaji tentang perbedaan prediksi kebangkrutan dengan ketiga model prediksi yang sering digunakan yaitu model Altman Z-score, model Springate dan model Zmijewski dengan menambahkan model Foster, dan model Grover.

pada penelitian ini, penulis menganalisis perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods. Sebagian besar masyarakat Indonesia berpendapat bahwa perusahaan besar PT. Indofood Sukses Makmur Tbk tidak akan mengalami kebangkrutan atau kecil kemungkinan bahwa perusahaan besar tersebut akan mengalami kebangkrutan. Namun setiap perusahaan mempunyai resiko kebangkrutan, hanya saja tingkat resikonya yang berbeda-beda.

Berikut merupakan total utang yang dimiliki dan laba yang dihasilkan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk selama periode 2009-2013:

Tabel 1.1

Total Laba dan Total Utang PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Periode 2009-2013

1

Sumber: http://www.idx.co.id

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa laba bersih yang diperoleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir dari periode 2011 sampai 2013. Sedangkan total utang PT. Indofood Sukses Makmur Tbk mengalami peningkatan dari tahun 2011 sampai 2013. Ramadhani dan Lukviarman (2009) serta Ghosh (2013) berpendapat bahwa “kebangkrutan perusahaan ditandai dengan adanya penurunan kondisi keuangan perusahaan”. Berdasarkan pemikiran-pemikiran dan data-data tersebut maka penelitian kali ini berjudul “ANALISIS KOMPARATIF DALAM MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN (MODEL ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE, ZMIJEWSKI, GROVER DAN FOSTER) PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK PERIODE 2009-2013”.

1.2. Rumusan Masalah

Berikut adalah rumusan masalah pada penelitian ini:

  1. Apakah terdapat perbedaan prediksi analisis kebangkrutan pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2009-2013 dengan menggunakan model Altman Z-score, Springate, Zmijewski, Foster dan Grover ?
  2. Manakah model analisis kebangkrutan yang paling akurat dalam memprediksi kebangkrutan pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2009-2013 dengan menggunakan model Altman Z-score, Springate, Zmijewski, Foster dan Grover ?

1.3. Ruang Lingkup Penelitian

Analisis kebangkrutan dilakukan untuk mengetahui tanda-tanda awal kebangkrutan suatu perusahaan. Analisis kebangkrutan yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan lima model yaitu model Altmann Z-score, Springate, Zmijewski, Grover dan Foster. Tanda-tanda kebangkrutan dalam hal ini akan dilihat dengan menggunakan data-data dari laporan keuangan. Periode data laporan keuangan pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk yang akan digunakan adalah mulai dari 2009 sampai dengan tahun terakhir yaitu 2013.

1.4. Tujuan Penelitian

Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis kebangkrutan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2009-2013 dengan menggunakan kelima model yaitu model Altman Z-score, Springate, Zmijewski, Foster dan Grover.

1.5. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat secara teoritis
  2. Bagi pengembangan ilmu, penelitian ini merupakan media untuk belajar memecahkan suatu masalah secara ilmiah dan juga ilmu yang telah diperoleh semasa kuliah yaitu ilmu manajemen khususnya mata kuliah Teori Manajemen Keuangan.
  3. Sebagai masukan empiris untuk pengembangan ilmu manajemen khususnya kajian Manajemen Keuangan yang berkaitan dengan Analisis Kebangkrutan.
  4. Bagi civitas akademik, penelitian ini dapat menambah sumbangan informasi pemikiran dan kajian untuk penelitian lebih lanjut.
  5. Manfaat Secara praktis
  6. Bagi manajemen, penelitian ini dapat digunakan dan dijadikan bahan dasar bagi manajemen dalam mengambil langakah atau keputusan guna melakukan persiapan dan perbaikan untuk meminimalisir resiko bangkrut atau demi kemajuan perusahaan tersebut serta memberikan gambaran dan harapan yang mantap terhadap nilai masa depan perusahaan tersebut.
  7. Bagi penulis, penelitian ini dimaksudkan sebagai pendalaman ilmu yang telah peneliti dapatkan di bangku kuliah sehingga dapat menginterpretasikan ke dalam kasus-kasus nyata yang ada.
  8. Bagi peneliti selanjutnya, semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan untuk pengembangan penelitian lebih lenjut tentang analisis kebangkrutan pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

 

1.6 Tinjauan Pustaka

1.6.1 Landasan Teori

1.6.1.1 Kebangkrutan

Kebangkrutan adalah suatu kondisi disaat perusahaan mengalami ketidakcukupan dana untuk menjalankan usahanya.

Emiten atau perusahaan publik yang gagal atau tidak mampu menghindari kegagalan membayar kewajibannya terhadap pemberi pinjaman yang tidak terafiliasi, maka emiten atau perusahaan publik wajib menyampaikan laporan mengenai pinjaman termasuk jumlah pokok dan bunga, jangka waktu pinjaman, nama pemberi pinjaman, penggunaan pinjaman dan alasan kegagalan atau ketidakmampuan menghindari kegagalan kepada Bapepam dan Bursa Efek di mana efek emiten atau perusahaan publik tecatat secepat mungkin, paling lambat akhir hari kedua sejak emiten atau perusahaan publik mengalami kegagalan atau mengetahui ketidakmampuan menghindari kegagalan di maksud” (Br Ferdinand D. Saragih, 2005, h.14).

 

1.6.1.2 Model-Model Analisis Kebangkrutan

  1. Analisis Kebangkrutan Model Altman Z-score

Setelah dipelopori Beaver, kemudian Edward Altman juga melakukan penelitian tentang kebangkrutan. Altman melakukan apa yang Beaver sarankan di akhir tulisannya, yaitu melakukan analisis multivariate. Model yang dikemukakan Altman dikemudian hari menjadi model yang paling populer untuk melakukan prediksi kebangkrutan. Model tersebut dikenal dengan nama Z-score.

Penelitian Altman pada awalnya mengumpulkan 22 rasio perusahaan yang mungkin bisa berguna untuk memprediksi kebangkrutan. Dari 22 rasio tersebut, dilakukan pengujian-pengujian untuk memilih rasio-rasio mana yang akan digunakan dalam membuat model. Hasil pengujian rasio memilih lima rasio yang dianggap terbaik untuk dijadikan variabel dalam model. Rasio-rasio yang terpilih tersebut adalah:

  1. Working capital/total assets
  2. Retained earnings/total assets
  3. EBIT/total assets
  4. Market value of equity/book value of debt
  5. Sales/total assets

 

Standar pengukuran model Altman Z-score adalah apabila Z < 1,81 maka perusahaan diprediksi “Bangkrut”. jika 1,81 < Z < 2,99 maka perusahaan diprediksi berada dalam “Grey Area” atau “Rawan Bangkrut”. Sedangkan jika Z > 2,99 maka perusahaan diprediksi “Tidak Bangkrut”.

 

  1. Analisis Kebangkrutan Model Springate

Springate membuat model prediksi kebangkrutan pada tahun 1978. Dalam pembuatannya, Springate menggunakan metode yang sama dengan Altman, yaitu Multiple Discriminant Analysis (MDA). Seperti Beaver dan Altman, pada awalnya Springate mengumpulkan rasio-rasio keuangan populer yang bisa dipakai untuk memprediksi kebangkrutan. Jumlah rasio awalnya yaitu 19 rasio.

Setelah melalui uji yang sama dengan yang dilakukan Altman, Springate menggunakan 4 rasio yang dipercaya bisa membedakan antara perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan yang tidak mengalami kebangkrutan. Keempat rasio tersebut adalah :

  1. Working capital/total assets
  2. EBIT/total assets
  3. Net profit before taxes / current liability
  4. Sales/total assets

 

Jika memiliki skor kurang dari 0,862 maka perusahaan diklasifikasikan perusahaan bangkrut dan sebaliknya.

  1. Analisis Kebangkrutan Model Zmijewski

Perluasan studi dalam prediksi kebangkrutan dilakukan oleh Zmijewski menambah validitas rasio keuangan sebagai alat deteksi kegagalan keuangan perusahaan. indikator F-test terhadap rasio – rasio kelompok, Rate of Return, liquidity, leverage, turnover, fixed payment coverage, trends, firm size, dan stock return volatility, menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara perusahaan yang sehat dan yang tidak sehat.

Dengan kriteria penilaian semakin besar nilai X maka semakin besar kemungkinan / probabilitas perusahaan tersebut bangkrut dan jika bernilai negatif maka perusahaan tersebut tidak berpotensi bangkrut.

  1. Analisis Kebangkrutan Model Foster

George Foster melakukan penelitian untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan-perusahaan kereta api di Amerika Serikat periode 1970-1971. Ia menggunakan unnivariate models dengan menggunakan dua variabel rasio secara terpisah, yaitu Tranportation Expense to Operating Revenue Ratio (TE/OR Ratio) dan Time Interest Earned Ratio (TIE Ratio).

Dalam hal ini Foster mempergunakan “Cut off point” Z=0,640, jadi perusahaan yang mempunyai Z < 0,640 termasuk dalam kelompok perusahaan yang bangkrut, sedangkan jika Z > 0,640 termasuk dalam kelompok perusahaan yang tidak bangkrut. Studi ini dinilai berhasil karena dari 10 perusahaan hanya terdapat 1 perusahaan yang salah dalam pengelompokan.

  1. Analisis Kebangkrutan Model Grover

Model Grover merupakan model yang diciptakan dengan melakukan pendesainan dan penilaian ulang terhadap model Altman Z-Score. Jeffrey S. Grover menggunakan sampel sesuai dengan model Altman Z-score pada tahun 1968, dengan menambahkan tiga belas rasio keuangan baru.

Model Grover mengkategorikan perusahaan dalam keadaan bangkrut dengan skor kurang atau sama dengan -0,02 (Z ≤ -0,02). Sedangkan nilai untukperusahaan yang dikategorikan dalam keadaan tidak bangkrut adalah lebih atausama dengan 0,01 (Z ≥ 0,01).

1.6.2 Penelitian Sebelumnya

Berikut adalah tabel penelitian terdahulu yang membandingkan ketepatan antar model prediksi financial distress:

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

2

1.6.3 Kerangka Pemikiran

Berikut adalah kerangka pemikiran dari penelitian ini yang menjelaskan bahwa penelitian ini membandingkan kelima model analisis kebangkrutan pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk:

3

  1. METODE PENELITIAN

2.1 Pendekatan penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi.

2.2 Objek/Subjek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan periode 2009-2013. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dijadikan sebagai subjek penelitian ini karena perusahaan tersebut mempunyai image baik dimata masyarakat Indonesia yang mana PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dinilai sebagai perusahaan yang sehat dan memiliki kemungkinan yang kecil untuk dinyatakan bangkrut.

 

2.3 Teknik Pengambilan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Adapun populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk mulai dari berdirinya perusahaan pada tahun 1990 sampai periode sekarang tahun 2013. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Indofood sukses Makmur Tbk periode 2009-2013.

2.4 Jenis data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dengan mempelajari literatur atau dokumen yang berhubungan dengan penelitian. Penelitian akan dilakukan dengan menjadikan PT. Indofood Sukses Makmur sebagai perusahaan yang diteliti pada periode 2009-2013 dengan mengakses website http://www.idx.co.id.

2.5 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Dokumentasi. Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang bersumber pada benda-benda tertulis. Adapun metode dokumentasi dalam penelitian ini adalah dengan mengambil data laporan keuangan PT. Indofood Sukses Makmur dari internet.

2.6 Definisi Operasional

Kelima model analisis kebangkrutan diatas memiliki perhitungan yang berbeda dengan penggunaan rasio yang berbeda pula, berikut perhitungan setiap model analisis kebangkrutan beserta rasio-rasio keuangan yang digunakan.

2.6.1 Analisis Kebangkrutan Model Altman Z-score

4

 

Dimana kelima rasio tersebut didapat dengan perhitungan sebagai berikut:

5

2.6.2 Analisis Kebangkrutan Model Altman Springate

6

 

Rasio keuangan yang dianalisis adalah rasio-rasio keuangan yang terdapat pada model Springate yaitu:

7

2.6.3 Analisis Kebangkrutan Model Altman Zmijewski

8

 

Rasio keuangan yang dianalisis adalah rasio-rasio keuangan yang terdapat pada model Zmijewski yaitu:

9

2.6.4 Analisis Kebangkrutan Model Altman Foster

Rasio keuangan yang dianalisis adalah rasio-rasio keuangan yang terdapat pada model Foster yaitu:

10

2.6.5 Analisis Kebangkrutan Model Altman Grover

Jeffrey S. Grover (2001) menghasilkan fungsi sebagai berikut:

12

Dimana :

X1 = Working capital/Total assets

X2 = Earnings before interest and taxes/Total assets

ROA = net income/total assets

2.7 Teknik Analisis Data

Tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian ini yaitu:

  1. Mengumpulkan data berupa laporan keuangan PT. Indofood Sukses Tbk. Makmur tahun 2009-2013.
  2. Penghitungan data-data laporan keuangan dengan menggunakan setiap model yaitu model analisis kebangkrutan Altman Z-score, Springate, Zmijewski, Foster dan Grover. Dari setiap perhitungan tersebut, ditentukan prediksi model terhadap perusahaan (apakah akan mengalami distress atau tidak).
  3. Input hasil perhitungan setiap model analisis kebangkrutan ke dalam aplikasi SPSS untuk melakukan pengujian hipotesis.
  4. Melakukan pengujian hipotesis (uji beda) dengan menggunakan aplikasi SPSS, ada beberapa uji yang dilakukan yaitu:

– Uji Normalitas

– Uji Homogenitas

– Uji One Way ANOVA

  1. Melakukan perhitungan tingkat akurasi pada setiap model kebangkrutan untuk menilai model kebangkrutan mana yang merupakan prediktor paling baik diantara kelima model kebangkrutan tersebut.

Perbandingan antara prediksi dan kategori sampel dilakukan pada seluruh sampel yang ada. Setelah semua sampel selesai dihitung, maka diperoleh hasil rekap prediksi yang benar dan yang salah. Dari rekap prediksi tersebut dapat diketahui akurasi tiap-tiap model. Tingkat akurasi menunjukkan berapa persen model memprediksi dengan benar dari keseluruhan sampel yang ada. Tingkat akurasi tiap model dihitung dengan cara sebagai berikut:

13

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: