ISU ETIKA SIGNIFIKAN DALAM DUNIA BISNIS DAN PROFESI

Published November 24, 2014 by farahisna
  1. Benturan kepentingan (conflict of Interest)

8 Kategori situasi benturan kepentingan (conflict of interest) tertentu, sebagai berikut:

  1. Segala konsultasi atau hubungan lain yang signifikan dengan atau berkeinginan mengambil andil di dalam aktivitas pemasok, pelanggan atau pesaing (competitor).
  2. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.
  3. Segala hubungan bisnis atasi nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family) atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personel tersebut.
  4. Segala posisi dimana karyawan dan pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau kontrol terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang masih ada hubungan keluarga.
  5. Segala penggunaan pribadi maupun berbagai atas informasi rahasia perusahaan demi suatu keuntungan pribadi, seperti anjuran untuk membeli atau menjual barang milik perusahaan atau produk, yang didasarka atas informasi rahasia tersebut.
  6. Segala penjualan pada atau pembelian dari perusahaan yang menguntungkan pribadi.
  7. Segala penerimaan dari keuntungan, dari seseorang / organisasi / pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan.
  8. Segaal aktivitas yang berkaitan dengan insider trading atas perusahaan yang telah go public yang merugian pihak lain.
  1. Etika Dalam Tempat Kerja

Banyak etika yang berlaku di tempat kerja, namun ada beberapa yang perlu anda cermati :

  1. Menghormati Budaya Kerja Perusahaan Anda.

Posisikan diri anda sesuai dengan lingkungan anda, jangan menjadikan diri anda ttampil beda dari rekan anda. Jadilah bagian dari mereka.

  1. Hormati senior anda dan lakukan sebagaimana mestinya tanpa bersikap berlebihan.

Apabila atasan anda merupaka seorang teman yang asik diajak berbicara, namun anda tetap harus memposisikan diri anda sebagai bawahan dan jangan berlebihan.

  1. Hormati Privacy orang lain.

Meski Anda bekerja dengan banyak orang, Anda harus tahu secara pasti batas-batas pribadi mereka Jangan sok akrab dengan melakukan pendekatan yang tidak perlu.

  1. Hormati cara pandang orang lain.

elesaikan pertentangan yang terjadi dengan luwes. Kenali perbedaan pendapat tentang agama, politik, moral serta gaya hidup masing-masing orang, tapi jangan paksakan apa yang menjadi keyakinan Anda.

  1. Tangani beban kerja anda.

Tanpa perlu melimpahkannya pada orang lain. Stres memang tidak dapat dihindari, namun saat mengalaminya Anda harus menyalurkannya pada hal yang lebih positif, tanpa perlu marah atau membentak rekan kerja Anda.

  1. Bersikap sopan pada semua orang di kantor.

Bahkan jika posisi Anda sudah lumayan tinggi sekalipun, bukan berarti Anda dapat memerintah bawahan dengan sewenang-wenang. Karena semua orang berhak dihormati dan didengar pendapatnya.

  1. Tidak semena-mena menggunakan fasilitas kantor.

Perlu Anda ketahui bahwa peralatan kantor disediakan untuk memudahkan kerja banyak pihak, jadi rawatlah baik-baik semua fasilitas yang Anda pakai. Dan hindari penggunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Misalnya, menggunakan mobil dinas untuk keperluan-keperluan kantor dsb.

  1. Akuntabilitas Sosial

Akuntabilitas sosial merupakan proses keterlibatan yang konstruktif antara warga negara dengan pemerintah dalam memeriksa pelaku dan kinerja pejabat publik, politisi dan penyelenggara pemerintah.

Tujuan Akuntanbilitas Sosial, antara lain :

  1. Untuk mengukur dan mengungkapkan dengan tepat seluruh biaya dan manfaat bagi masyarakat yang ditimbulkan oleh aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan produksi suatu perusahaan
  2. Untuk mengukur dan melaporkan pengaruh kegiatan perusahaan terhadap lingkungannya, mencakup : financial dan managerial social accounting, social auditing.
  3. Untuk menginternalisir biaya sosial dan manfaat sosial agar dapat menentukan suatu hasil yang lebih relevan dan sempurna yang merupakan keuntungan sosial suatu perusahaan.

Salah satu alasan utama kemajuan akuntabilitas sosial menjadi lambat yaitu kesulitan dalam pengukuran kontribusi dan kerugian. Prosesnya terdiri dari atas tiga langkah, diantaranya:

  1. Menentukan biaya dan manfaat sosialSistem nilai masyarakat merupakan faktor penting dari manfaat dan biaya sosial. Masalah nilai diasumsikan dapat diatasi dengan menggunakan beberapa jenis standar masyarakat dan mengidentifikasikan kontribusi dan kerugian secara spesifik.
  2. Kuantifikasi terhadap biaya dan manfaatSaat aktivitas yang menimbulkan biaya dan manfaat sosial ditentukan dan kerugian serta kontribusi
  3. Menempatkan nilai moneter pada jumlah akhir.Tanggung Jawab Sosial BisnisDunia bisnis hidup ditengah-tengah masyarakat, kehidupannya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ada suatu tanggungjawab social yang dipikul oleh bisnis. Banyak kritik dilancarkan oleh masyarakat terhadap bisnis yang kurang memperhatikan lingkungan.
  1. Manajemen Krisis

Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Artinya terjadi gangguan pada proses bisnis ‘normal’ yang menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada, dan dengan demikian dapat dikategorikan sebagai krisis.

Aspek dalam Penyusunan Rencana BisnisSetidaknya terdapat enam aspek yang mesti kita perhatikan jika kita ingin menyusun rencana bisnis yang lengkap. Yaitu tindakan untuk menghadapi :

  1. Situasi darurat (emergency respon)
  2. Skenario untuk pemulihan dari bencana (disaster recovery)
  3. Scenario untuk pemulihan bisnis (business recovery)
  4. Strategi untuk memulai bisnis kembali (business resumption)
  5. Menyusun rencana –rencana kemungkinan (contingency planning)
  6. Manajemen krisis (crisis management)

Tugas utama tim manajemen krisis ini adalah mendukung para karyawan perusahaan selama masa krisis terjadi. Kemudian menentukan dampak dari krisis yang terjadi terhadap operasi bisnis yang berjalan normal, menjalin hubungan yang baik dengan media untuk mendapatkan informasi tentang krisis yang terjadi. Serta menginformasikan kepada pihak pihak yang terkait terhadap aksi-aksi yang diambil perusahaan sehubungan dengan krisis yang terjadi.

Beberapa contoh krisis yang dihadapi oleh perusahaan adalah :

  1. Masalah pencemaran lingkungan oleh pabrik.
  2. Masalah unjuk rasa oleh pekerja.
  3. Masalah produk yang tidak bisa dipasarkan.
  4. Masalah kericuhan dengan pemerintah dalam hal peraturan yang berkaitan dengan izin usaha.

Krisis adalah situasi yang merupakan titik balik (turning point) yang dapat membuat sesuatu tambah baik atau buruk. Suatu krisis akan menimbulkan hal-hal seperti berikut :

  1. Intensitas permasalahan akan bertambah
  2. Masalah akan dibawah sorotan public baik media masa, atau informasi dari mulut ke mulut.
  3. Masalah akan mengganggu nama baik perusahaan.
  4. Masalah akan mengganggu kelancaran bisnis sehari-hari.
  5. Masalah dapat merusak sistem kerja dan menggoncangkan perusahaan.
  6. Masalah yang dihadapi disamping membuat perusahaan menjadi panic, juga tidak jarang membuat masyarakat menjadi panic.
  7. Masalah akan membuat pemerintah ikut melakukan intevensi.

Referensi :

http://ancok.staff.ugm.ac.id/

http://sigit130589.wordpress.com/2011/04/10/harmonisasi-akuntansi-internasional/

hilmiatiq.com

http://awhiemn-wontibinangkari.blogspot.com/2011/10/accounting-ueminci.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: