KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI

Published November 10, 2014 by farahisna
  • APA ITU KODE ETIK PROFESI?

Panduan dan aturan bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugasnya sehingga dapat memenuhi tanggung jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertingi, dengan orientasi pada kepentingan public.

  • Mengapa Kode Etik Diperlukan?

Brown (1971) menyatakan bahwa:

“Etika profesional melambangkan suatu bagian penting dari sistem disiplin yang komprehensif dalam masyarakat yang beradab. Sistem disiplin ini perlu sekali agar kesejahteraan kelompok dapat dilindungi dari tindakan-tindakan individu yang tidak bertanggung jawab. Tanggung jawab adalah harga kelangsungan hidup suatu kelompok”

  • PRINSIP-PRINSIP ETIKA BAGI AKUNTAN

Arens dan Loebbecke (1994) Prinsip yang berhubungan dengan perilaku etis:

  • kejujuran (honesty)
  • integritas (intregity)
  • memegang janji (promise keeping)
  • loyalitas (loyality)
  • keadilan (fairness)
  • kepedulian pada orang lain (caring for others)
  • menghargai orang lain (respect for others)
  • warga negara yang bertanggung jawab (responsible citizenship)
  • mencapai yang terbaik (pursuit of excellence)
  • akuntabilitas (accountability)
  • SUMBER KODE ETIK
  • CODE OF CONDUCT
    • American Institute of Certified Public Accountant (AICPA)
    • International Federation for Accountant (IFAC)
    • IAI
    • DLL
  • LAW & JURISPRUDENCE
  • KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA
  • Terdiri dari tiga bagian:
    • Prinsip Etika
      • Kerangka dasar bagi aturan etika
      • Prinsip-prinsip etika profesi IAI yang ditetapkan dalam kongres ke VIII IAI di Jakarta tahun 1998
    • Aturan Etika
      • Aturan etika secara khusus digunakan untuk mengatur perilaku profesioanal yang menjadi anggota kompartemen akuntan publik.
    • Interpretasi Etika
  • PRINSIP ETIKA IAI
  • Tanggung Jawab Profesi
    • Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukan
  • Kepentingan Publik
    • Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, dan menunjukkan komitmen atas profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya
  • Integritas
    • Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
    • Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji semua yang diambilnya.
  • Obyektifitas
    • Setiap anggita harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
    • Prinsip obyektifitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak , jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.
  • Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
    • Setiap anggora harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
    • Mekanismenya melalui dua fase:
      • Pencapaian Kompetensi Profesional (Pendidikan dasar)
      • Pemeliharaan Kompetensi Profesional (Pendidikan berkelanjutan)
    • Kerahasiaan
      • Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkan.
      • Informasi rahasia dapat diungkapkan jika:
        • Apabila pengungkapan diijinkan
        • Pengungkapan diharuskan oleh hukum
        • Ketika ada kewajiban atau hak profesional untuk mengungkapkan
      • Perilaku Profesional
        • Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
        • Kewajiban untuk menjauhi tidakan yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
      • Standar Teknis
        • Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan.
        • Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerimaan jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.

Referensi :

https://datakata.files.wordpress.com/2014/04/6-kode-etik-profesi-akuntansi.ppt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: