Investasi 1

Published April 18, 2013 by farahisna
  1. PEMAHAMAN AWAL TENTANG INVESTASI

1.1   SALAH KAPRAH INVESTASI

Seringkali terjadi kekeliruan dalam masyarakat tentang istilah investasi.Bank perdagangan membeli saham di pasar saham disebut investasi. Seseorang yang menggunakan uang tabungannya untuk membeli saham perusahaan juga dikatakan investasi. Sebenarnya, dalam makroekonomi, peristiwa suatu bank atau perseorangan dalam membeli saham tersebut tidak bisa digolongkan dalam investasi. Berikut menjadi kekeliruan masyarakat umum mengenai investasi.

1.2    PENGERTIAN INVESTASI & ALIRAN DANA INVESTASI

Investasi dikenal dengan istilah penanaman modal/ pembentukan modal. Investasi adalah kompen sekunder yang menjadi penentu tingkat pengeluaran agregat. Tabungan dari sektor rumah tangga akan mengair ke sektor perusahaan.

Pengusaha yang menggunakan uang tersebut untuk membeli barang modal, maka pengeluaran itu dikatan sebagai investasi.

Investasi memiliki pengertian sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanam – penanam modal modal atau perusahaan untuk membeli barang – barang modal dan perlengkapan – perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang – barang dan jasa – jasa yang tersedia dalam perekonomian.

1.3   PENGELUARAN YANG DIGOLONGKAN SEBAGAI INVESTASI

(TIGA JENIS KOMPONEN INVESTASI)

Pada prakteknya, dalam mencatat nilai penanaman modal yang dilakukan dalam suatu tahun tertentu, ada tiga golongan pengeuaran yang termasuk investasi, yakni:

  1. Pembelian berbagai jenis barang modal, yaitu mesin – mesin dan peralatan produksi lainnya untuk mendirikan berbagai industri dan perusahaan.
  2. Perbelanjaan untuk membangun rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan pabrik, dan bangunan – bangunan lainnya.
  3. Pertambahan nilai stok barang – barang yang belum terjual, bahan mentah dan barang yang masih dalam proses produksi pada akhir tahun penghitungan pendapatan nasional.

1.4   INVESTASI BRUTO & NETTO

  1. Investasi Bruto :

Meliputi investasi untuk menambah kemampuan memproduksi dalam perekonomian dan mengganti barang modal yang telah didepresiasikan.

Contoh: tiga jenis komponen investasi

  1. Investasi Netto :

Hasil dari investasi bruto dikurangi oleh nilai depresiasi.

  1. FUNGSI INVESTASI
  1. PENENTU – PENENTU TINGKAT INVESTASI

Para penanam modal melakukan investasi bukan untuk memenuhi kebutuhan mereka, tapi untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu, besarnya keuntungan yang bisa diperoleh berkaitan erat dan sangat besar dala menentukan tingkat investasi yang akan dilakukan oleh para pengusaha. Dengan begitu, kita bisa menarik kesimpulan bahwa berdasarkan pola pikir dan tujuan penanam modal bahwa keuntungan adalah faktor utama penentu tingkat investasi. Selain itu, ada lima faktor penting lain yang digabung faktor pertama tadi menjadi enam faktor utama penentu tingkat investasi :

  1. Tingkat keuntunganinvestasi yang diramalkan akan diperoleh
  2. Tingkat bunga
  3. Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan
  4. Kemajuan teknologi
  5. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan – perubahannya
  6. Keuntungan yang diperoleh perusahaan – perusahaan
  1. INVESTASI, KEUNTUNGAN, DAN TINGKAT BUNGA

Dari enam faktor utama penentu tingkat investasi, dua diantaranya mempunyai kesanggupan untuk menjelaskan sebab – sebab perubahan tingkat investasi yang lebih penting dari faktor lainnya, yakni keuntungan yang diramalkan dan tingkat bunga.

Ramalan keuntungan di masa depan mampu memberikan gambaran kepada para pengusaha mengenai jenis investasi yang khusushnya memberikan sinyal prospek baik serta dapat dilaksanakan dan besar investasi yang harus dilakukan untuk mewujudkan tambahan barang modal.

Tingkat bunga mampu menentukan jenis – jenis investasi yang khususnya akan memberi keuntungan pada para pengusaha serta dapat dilaksanakan.

Pengusaha hanya mau menanam modal jika tingkat pengembalian modal dari penanaman modalnya, yaitu presentasi keuntungan neto (tapi sebelum dikurangi bunga uang yang dibayar) modal yang diperoleh, lebih besar dari tingkat bunga.

Maka, dalam makroekonomi, analisis mengenai investasi lebih ditekankan pada peranan tngkat bunga pada  investasi dan pendapatan nasional.

  1. TINGKAT PENGEMBALIAN MODAL
  2. EFISIENSI MODAL MARGINAL
  3. TINGKAT BUNGA DAN TINGKAT EFISIENSI
  4. PENGARUH INVESTASI DAN LINGKUNGANNYA MENURUT BUKU SADONO SUKIRNO

8.1   RAMALAN KEADAAN PEEKONOMIAN DI MASA DEPAN

8.2   PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

8.3   PENDAPATAN NASIONAL

  1. MANFAAT / DAMPAK POSITIF INVESTASI
  1. 10.  CONTOH KASUS INVESTASI YANG BERDAMPAK BURUK BAGI PEREKONOMIAN
    1. KASUS THE GREAT DEPRESSION (1930s)

Kehancuran terjadi setelah ledakan spekulatif yang terjadi pada periode tahun 1920 – an dimana jutaan warga Amerika melakukan investasi besar-besaran pada bursa saham, hingga menggunakan dana pinjaman guna membeli saham. Pada bulan Agustus 1929, para pialang secara teratur memberikan pinjaman bagi investor kecil melebihi dari 2/3 nilai saham yang dibeli investor kecil tersebut. Sebanyak 8,5 milyar USD disalurkan sebagai pinjaman, lebih besar dari jumlah uang yang beredar di Amerika saat itu. Meningkatnya harga saham merangsang orang untuk melakukan investasi, mereka berharap harga saham akan meningkat lebih tingi lagi. Spekulasi inilah yang menjadi pemicu dari kenaikan harga saham pada saat itu dan menciptakan “gelembung ekonomi” (economic bubble). Rata-rata nilai price to earnings ratio dari saham komposit berada di atas dari angka normal dalam catatan sejarah.

Pada tanggal 24 Oktober 1929 pasar kembali berbalik arah menukik tajam lagi dan panik jual melanda bursa kembali. Pada hari Senin tanggal 28 Oktober kian banyak investor yang memutuskan untuk keluar dari bursa dengan menjual kepemilikan sahamnya dan kejatuhan harga makin menjadi-jadi hingga mencapai penurunan sebesar 13% pada indeks Dow pada hari itu. Keesokan harinya pada tanggal 29 Oktober 1929 terjadilah apa yang dinamakan “Black Tuesday” (Selasa Hitam) dimana terjadi transaksi 16,4 juta saham, suatu angka yang memecahkan rekor yang dibuat 5 hari sebelumnya dan ini tidak pernah terjadi lagi hingga tahun 1969. Peristiwa ini menyebabkan kegonjangan ekonomi di seluruh dunia dalam waktu yang lama dan harga saham yang dibeli besar-besaran itu tidak pernah naik sampai seperti saat dibeli. Itulah kesalahan investasi yang hanya berdasarkan spekulasi sehingga menimbulkan kehancuran, kemudian dibuatkan teori investasi oleh Keynessian lengkap dengan kurva IS – nya.

  1. INVESTASI DAN SISTEM PERBANKAN YANG MERUGIKAN

Sistem keuangan di bank menganut ekonomi kapitalis dimana yang dihitung berdasarkan nominalnya, sehingga cenderung mengakibatkan penggandaan pengakuan dan kerancuan jumlah uang di dunia yang diputarkan dalam investasi, terlebih investasi di atas kertas tanpa bentuk nyata, seperti saham, sehingga goncangan ekonomi besar – besaran kembali terjadi di modern ini terlebih bagi Amerika sebagai negara yang cenderung cukup kapitalis  dimana hampir setiap transaksi selalu perbankan. Sehingga ketika semua investr menarik klaim uangnya, bank kehabisan stok uang yang memang sebenarnya hanya ada angkanya akibat teori kapitalis tersebut, sehingga guncangan besar ekonomi kemarin sangat terasa bagi negara ekonomi kapitalis, terutama AS yang saat tu saking ruginya, sampai hanya bertopang pada kekuatan nama politiknya sebagai negara adidaya. Itula efek negatif dari telalu banyaknya investasi dalam menggunakan perputaran dana pinjaman bank.

  1. KERUGIAN INVESTOR AKIBAT INVESTASI BODONG DAN INVESTASI GAGAL BAYAR

Sejak satu dekade terakhir, penipuan layanan investasi di Indonesia mencapai 70 kasus dengan estimasi dana yang raib diperkirakan kurang lebih Rp 21,8 triliun. Investasi bodong yang marak terjadi di Indonesia melibatkan koperasi dan lembaga informal lainnya karena catatan kerugaian investor selaa ini dominan terekam pada lembaga perbankan dan Bapepam – LK, menurut Kepala Biro Riset Info Bank, Eko Supriyanto.

Penipuan investasi yang dicatat beliau selama ini merugikan investor Rp 200 M di kasus Berlian Artha Sejahtera, Rp 12 triliun di Gama Smart Karya Utama, Rp 6 triliun di kasus Koperasi  Langit Biru. Investasi gagal bayar diantaranya PT Sari Jaya Sekuritas senilai Rp 245 M, PT Antaboga Delta Sekuritas Ro 1,2 triliun, dan Bakrie Life Rp 360 M.

Menurut beliau, fenomena investasi bodong di Indonesia menjamur akbat pola pkir investor yang cepat tergiur dengan keunungan instan dan kebanyakan investor tidak pernah berupaya mengidentifikasi izin usaha penyedia layanan investasi. Itulah efek negatif dari menjalankan investasi tanpa dasar dan sumber ilmu yang jelas serta rekan yang terpercaya.

Sumber :

Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Makroeknomi Edisi Kedua. Jakarta: Rajawali Pers

http://id.wikipedia.org/wiki/Runtuhnya_Wall_Street_1929

http://digitalmoonlight.wordpress.com/2012/05/08/the-great-depression-1930s/

http://m.bisnis.com/articles/penipuan-investasi-sejak-satu-dekade-terakhir-70-kasus-rugikan-rp21-8-triliun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: