Wajah Koperasi Saat Ini

Published Oktober 16, 2012 by farahisna

Wajah koperasi saat ini sangat sulit dijelaskan. Dengan saling sikut gerakannya, dengan sistem koperasinya yang berantakan dan menyimpang hingga tradisi buruk dari wajah pengkoperasian negeri ini. Sejak didirikannya koperasi pada zaman Belanda, dan setelah adanya proklamasi kemerdekaan koperasi mendaoatkan kedudukan tinggi di dalam undang –  undang dasar. Dan pada saat itulah dijelaskan bagaimana cara mengembangkan koperasi. Cirri utama koperasi Indonesia adalah dengan penitipan program :

  • Program pembangunan secara sektoral
  • Lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawaqi negeri dan koperasi fungsional lainnya.
  • Perusahaan milik Negara dan swasta dalam koperasi karyawan. Yang mengakibatkan prakarsa masyarakt luar kurang berkembang dan kalaupun ada tidak diberikan tempat sebagaimana mestinya.

 

Selama ini koperasi dikembangkan dengan dukungan pemerintah melalui sector primer dan distribusi yang memberikan lapangan pekerjaan terbesar bagi masyarakat Indonesia.

Sampai dengan bulan November 2001. Koperasi di Indonesia telah tercatat sebanyak 103.000 unit lebih dan keanggotaannya sebesar 26.000.000 orang. Dibandingakn dengan banyaknya jumlah koperasi pada bulan November 1998, koperasi pada tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 2 kali lipat. Tidak hanya itu koperasi aktif juga mengalami peningkatan yg cukup tinggi. Namun posisi koperasi Indonesia pada dasarnya dikuasai oleh koperasi kredit yang menguasai antara 55-60 persen dari keseluruhan asset koperasi.

 

Namun jika kita lihat koperasi Indonesia yang merupakan bentuk pengamalan pancasila dan sebagai salah satu bentuk dari ekonomi kerakyatan sangat mengenaskan pada saat ini. Walaupun ada banyak potensi namun ada banyak oknum oknum yang tidak bertanggung jawab membuat wajah koperasi Indonesia menjadi buruk dan bobrok. Salah satu contohnya adalah koperasi petani dan nelayan yang mengalami keadaan yang sangat mengenaskan.

 

Walaupun pada tahun 1960an, koperasi pertanian merupakan salah satu tolak ukur dan model pengembangan perekonomian Indonesia hingga tahun tujuh puluhan, namun ini tidak lain hanya merupakan dukungan terhadap sector pertanian. Pada saat itu koperasi hanya dikenalkan sebagai program pengembangan komoditas pertanian yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah. Koperasi digerakkan sebagai model pengembangan pertanian, salah satunya adalah swasembada beras. Ketika keluarnya inpres 18/1998 hal ini masih berjalan secara meningkat. Namun terdapat satu kendala didalamnya yaitu kurangnya basis bisnis yang dimiliki oleh pengkoperasian Indonesia. Jadi pada saat itu koperasi hanya terlihat sebagai lembaga, bukan sebagai suatu alat untuk pemenuhan kebutuhan dan tidak ada lagi kehidupan dari koperasi untuk memajukan perekonomian dan kehidupan masyarakat desa. Usaha yang dilakukan oleh masyarakat desapun selalu berakhir dengan kegagalan ataupun ketidaksuksesan. Dan yang berhasilnpun hanya ada dalam jumlah terbatas, dan hanya merupakan induk terkecil dari koperasi di Indonesia.

 

Hal yang sering kita jumpai saaat ini adalah penipuan beratasnamakan koperasi. Seperti yang kita tahu bahwa koperasi adalah salah satu alat perekonomian. Salah satunya bisa saja menjadikan koperasi sebagai tempat untuk meminjam uang. Hal ini,lah yang dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku tidak bertanggung jawab. Yang membuka sebuah badan koperasi, lalu mereka dengan giat merekrut banyak anggota. Menawarkan untuk menginvestasikan uang mereka di dalam koperasi tersebut dengan janji bahwa uang yang mereka investasikan akan kembali berkali-kali lipat dalam jangka waktu yang sangat singkat. Namun pada kenyataannya bahwa apa yang dikatakan oleh pelaku tersebut tidak benar, banyak sekali korban dan kasus yang seperti ini terjadi saat ini. Bagaimana cara mengatasinya ? pertama adalah jangan mudah percaya kepada lembaga koperasi. Kedua, cari tahu asal-usul koperasi terebut, lihat keteranghan hukumnya. Apakah koperasi tersebut termasuk illegal atau legal. Ketiga, jangan percaya dengan iming-iming hadiah uang berkali lipat dari apa yang sudah investasika. Dan yang terakhir adalah belajar dari pengalaman yang telah terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

 

Selain itu juga struktur koperasi di Indonesia mirip dengan pengorganisasian pemerintah/lembaga kemassyarakatan yang terstruktur primer hingga nasional. Hal ini mencerminkan bahwa kurang efektifnya peran organisasi sekunder dalam membantu koperasi primer. Dan hal ini menyebabkan tidak jarang menjadi intrumen eksploitasi sumber daya dari segi pengumpulan. Hal ini dimasa yang akan datang harus dirunbah karena adanya perubahan orientasi bisnis yang berkembang secara mengglobal. Dengan hal ini harus dilakukan penataan mulai dari daerah otonom danberlanjut ke daerah daerah yang lebih besar.

 

Kita berharap suatu saat akan diadakan perubahan dan pembaruan koperasi pertanian sehingga dapat mendukung koperasi pertanian dan perekonomian dalam sector pertanian dalam skala terkecil.

Potensi koperasi pada tahun ini sudah mampu memulai gerakan koperasi yang otonom, namun focus bisnis harus diarahkan secara universalitas kebutuhan yang tinggi. Dengan otonomi selain memanfaatkan untuk mendapatakan potensi di daerah setempat juga harus bisa meminimalisirkan benturan benturan yang terjadi di berbagai daerah.

 

Namun faktanya koperasi saat ini masih cukup sulit mengakses permodalan akibat masalah structural. Seharusnya pemerintah misa menjalankan peran sebagai mediator secara elegan dengan mengaktifkan lembaga jaminan simpanan maupun pinjaman.

Cara memajukan koperasi-koperasi di Indonesia adalah dukungan dari lembaga lembaga jaminan kredit dan usaha kecil di daerah. Dengan hadirnya lembaga jaminan tersebut akan menjadi elemen penting dalam pertumbuhan koperasi di Indonesia. Lemabaga jaminan yang akan ditangani oleh pemerintah daerah akan mampu mendesentralisasikan pengembangan ekonomi rakyat dan dalam jangka panjang akan menumbuhkan kemandirian daeah untuk mengendalikan aliran uang di setiap masing-masing daerah. Para penabung adalah hal berikutnya yang harus difikirkan oleh koperasi dalam jangka waktu menengah. Potensi keuangan, pengembangan informasi dan konsolidasi serta tekhnologi merupakan unsure terpenting untuk memajukan koperasi saat ini.

 

Selain cara-cara diatas, terdapat juga beberapa metode lain yang dapat digunakan untuk memajukan koperasi di Indonesia, diantaranya :

  1. Merekrut anggota yang lebih kompeten
  2. Meningkatkan daya jual koperasi dan mempromosikan koperasi secara berkelanjutan
  3. Memperbaiki kondisi internal koperasi
  4. Penggunaan criteria identitas
  5. Menghimpun kekuatan ekonomi dan politis
  6. Memperdalam basis bisnis di dalam diri koperasi Indonesia

 

Referensi  :

http://ramadhanaga.blogspot.com/2011/10/wajah-koperasi-di-indonesia-saat-ini.html

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/01/wajah-koperasi-di-indonesia/

http://dani3ldant3.blogspot.com/2011/10/wajah-koperasi-di-indonesia.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: