Pilihan menjadi Pengusaha atau Karyawan

Published Juni 9, 2012 by farahisna

ingatkah kita sewaktu kecil dulu, kita selalu berfikir bahwa pada saat besar nanti cita-cita yang kita inginkan tidak jauh dari dokter, pilot, guru, dll. apakah setelah dewasa apa yang kita inginkan atau kita cita-citakan tetap sama ketika kita masih kecil dahulu ? jawabannya tidak. karena seiring berjalannya waktu banyak pikiran pikiran yang timbul apakah ada resiko atau apakah saya mampu, keluarga saya mendukung dengan cita-cita saya terebut. akhirnya pada saat ini apa yang kita cita-citakan tidak terjadi. mengapa ? karena dulu tidak ada masukan atau pengawasan mengenai pengusaha. karena di bangku sekolah pun tidak ada ilmu yang mengenalkan mengenai apa sih pengusaha itu? apa yang dia lakukan? usaha apa yang dia jalankan? mengapa ia bisa menjadi pengusaha? bagaimana cara menjadi pengusaha? dan seterusnya.

menjadi pengusaha memang tidak mudah seperti mebalikkan telapak tangan. membutuhkan waktu yang sangat panjang, pengorbanan dan perjuangan yang sangat melelahkan, membutuhkan kesabaran. kalau kita melihat dari cerita para pengusaha yang sudah sukses, bahwa menjadi pengusaha yang sukses itu harus dimulai dari nol! kenapa? agar kita mengetahui bagaimana sulitnya membangun usaha dari yang tadinya tidak ada apa-apa menjadi sesuatu yang dicari bahkan orang lain bergantung.

ada pengusaha yang harus dikejar-kejar rentenir karena hutang yang sebenarnya dia berhutang adalah untuk modal usahanya, namun kita tau bahwa usaha itu tidak selamanya berjalan sesuai keinginan, ada saatnya dimana kita untung dan mengalami kerugian. nah disaat usahanya sedang turun itu lah hutang yang seharusnya dia bayar menjadi terlambat dan dikejar-kejar rentenir. mengurung diri dikamar dan menjauhkan diri dari dunia luar karena malu. namun disinilah harus diambil sisi positifnya, dengan kejadian ini bahwasanya, kita mampu berfikir kedepannya menjadi lebih giat menjalankan usaha dan bagaimana caranya agar semua hutang yang dia miliki terbayar segera, bukan dengan mengurung diri.dan mengembangkan usahanya, karena menjadi pengusaha setiap saat akan terus berkembang dan terus berkembang.

berbeda dengan karyawan yang dia lakukan tidak akan berkembang, karena dia bekerja dibawah pimpinan orang lain. dan tidak mungkin halnya bahwa ia bisa lebih mudah berkembang melebihi karyawan yang jabatannya lebih diatasnya. apa yang dilakukan dievaluasi, tidak ada perubahan perubahan yang dia lakukan karena selalu terpatok dengan aturan aturan yang berlaku di perusahaan.

saya pribadi setelah menyelesaikan kuliah saya lebih memilih menjadi keryawan terlebih dahulu. bekerja di perusahaan yang sukses, mengambil ilmunya lalu menerapkannya sendiri. membangun usaha yang sukses dan menjadi pengusaha. tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing. sukses ditentukan oleh diri sendiri, bukan orang lain.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: