PERAN PEMUDA DAN MAHASISWA TERHADAP KEMAJUAN BANGSA

Published April 13, 2012 by farahisna
  1. A. Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia dari masa ke masa
Sebuah Negara bukan tidak mungkin dan di cetak dari kalangan muda yang merupakan dari latar belakang yang berbeda-beda. Karekter-karakter Anak bangsa merupakan cermin mempuyai jiwa ke arah perannya sebagai anak bangsa memperdulikan  arti pentingnya sebuah kebebasan dan menentukan sebuah sikap.
Tatkala kita membahas peran dan pemuda dan mahasiswa, tergambar sejumlah pesan sejarah mengenai posisi yang strategis sebagai Pengerak Penentu perjalanan perjuangan bangsa-bangsa di dunia dari zaman ke zaman (Lukman Hakim;2003). Sebuah konsep yang baru dari para kaum sejati sangat di tunggu dan di harapkan oleh masa dan zaman. banyak sejarah yang mencatat siapa saja telah telah banyak mendukung lahirnya sebuah bangsa dan Negara Indonesia dengan sebuah pola dan konsep yang ada.
Dalam perjalanan bangsa kita selama 100 tahun terakhir sejak kebangkitan nasional, selama 80 tahun terakhir sejak sumpah pemuda, selama 63 tahun terakhir sejak kemerdekaan, ataupun selama 10 tahun terakhir sejak reformasi, telah banyak kemajuan yang telah kita capai, tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum dan mesti kita kerjakan. Saking banyaknya permasalahan yang kita hadapi, terkadang orang cenderung larut dalam keluh kesah tentang kekurangan, kelemahan, dan ancaman-ancaman yang harus dihadapi yang seolah-olah tidak tersedia lagi jalan untuk keluar atau solusi untuk mengatasi  keadaan.
Gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya.
Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa, gerakan mahaiswa dalam sejarah di catat;
    1. 1980 Boedi Oetomo
    1. 1928 (Sumpah Pemuda)
    1. 1945  kelompok setudi
    1. 1966  tumbangnya Rezim Orde Lama
    1. 1947 Malari
    1. 1978 ( Pemberlakuan Konsep NKK/BKK)
    1. 1990 ( dicabutnya konsep NKK/BKK)
  1. B. Mengapa Pemuda Penting Bagi Masa Depan Bangsa
Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan tersebut sangat membanggakan bagi masyarakat apabila menjadi kenyataan. Akan tetapi, realita membuktikan bahwa generasi muda di Indonesia cenderung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa yang lebih baik. Hal ini bisa dibuktikan dari banyaknya kasus yang terjadi pada generasi muda antara lain kasus narkoba, kejahatan, pergaulan bebas, dan banyaknya anak-anak jalanan. Keberadaan pemuda tentunya masih sangat diperlukan dalam rangka regenerasi untuk melanjutkan dan mewujudkan cita-cita bangsa yang sudah sejak lama diperjuangkan oleh para pendahulu di negeri ini.
Dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa keberadaan pemuda juga diharapkan dapat menjadi karakteristik yang baik bagi Indonesia. Selain itu, pemuda juga perlu dituntut untuk meningkatkan inovasi diberbagai bidang dan memperbaiki kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang mungkin telah dilakukan oleh generasi pendahulunya. Dengan demikian, di masa depan keberadaan pemuda sebagai agan perubahan menjadi kenyataan dan dapat diandalkan. Untuk menuju kondisi pemuda harapan bangsa tersebut perlu dikaji lagi jati diri pemuda Indonesia yang ideal seperti apa. Hal ini penting dilakukan karena pemuda tanpa jati diri ibarat orang hidup tanda ada panduan dan tidak mempunyai karakteristik yang jelas (serta dibanggakan).
Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam era Reformasi merupakan Rangkaian peran mahasiswa (Pemuda) sejak dari era Kebangkitan Nasional, sumpah pemuda dan Proklamasi kemrdekaan Indonesia, yang mencerminkan sikap Nasionalisme-Kebangsaan yang mencakup seluruh kepulauan di Indonesia (Lukaman Hakim;2003).
Dalam upaya mewujudkan cita-cita itu, tentu banyak permasalahan, tantangan, hambatan, rintangan, dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus kita hadapi itu beraneka ragam corak dan dimensinya. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, banyak pula masalah-masalah baru yang terjadi sekarang ataupun yang akan datang dari masa depan kita. Dalam menghadapi beraneka persoalan tersebut, selalu ada kecemasan, kekhawatiran, atau bahkan ketakutan-ketakutan sebagai akibat kealfaan atau kesalahan yang kita lakukan atau sebagai akibat hal-hal yang berada di luar jangkauan kemampuan kita, seperti karena terjadinya bencana alam atau karena terjadinya krisis keuangan di negara lain yang berpengaruh terhadap perekonomian kita di dalam negeri.
Dalam perjalanan bangsa kita selama 100 tahun terakhir sejak kebangkitan nasional, selama 80 tahun terakhir sejak sumpah pemuda, selama 63 tahun terakhir sejak kemerdekaan, ataupun selama 10 tahun terakhir sejak reformasi, telah banyak kemajuan yang telah kita capai, tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum dan mesti kita kerjakan. Saking banyaknya permasalahan yang kita hadapi, terkadang orang cenderung larut dalam keluh kesah tentang kekurangan, kelemahan, dan ancaman-ancaman yang harus dihadapi yang seolah-olah tidak tersedia lagi jalan untuk keluar atau solusi untuk mengatasi keadaan.
referensi : dukasi.kompasiana.com/2012/01/09/rekonstruksi-gerakan-pemuda-dalam-upaya-mengembalikan-masa-depan-bangsa/

Periodisasi sejarah Indonesia modern memiliki keunikan tersendiri. Pembagian periode sejarah berdasarkan waktu itu diwarnai oleh gerakan pemuda di dalamnya. Sejarah Indonesia modern sering disebut berdasarkan periode kebangkitan nasional 1908, sumpah pemuda 1928, proklamasi kemerdekaan 1945, bangkitnya orde baru 1966 dan dimulainya orde reformasi 1998.

Peran pemuda dalam sejarah Indonesia sering disebut diawali oleh peristiwa kebangkitan nasional tahun 1908. Walaupun demikian sebenarnya peran pemuda telah diawali jauh sebelum itu. Hanya bentuk perannya yang berbeda. Sebelum 1908, para pemuda lebih banyak berperan dalam perjuangan secara fisik melawan penjajah namun lebih bersifat sektoral dan tidak terorganisir dalam satu wadah kesatuan.

Berdasarkan sejarah, tonggak awal kebangkitan nasional disebutkan diawali dengan berdirinya organisasi Budi Oetomo tahun 1908. Organisasi yang dimotori oleh para mahasiswa Stovia sekolah kedokteran yang didirikan Belanda untuk anak priyayi Indonesia. Namun, hal ini masih menjadi perdebatan karena organisasi Budi Oetomo tidak bersifat nasional. Organisasi ini hanya ada di Jawa dan memang khusus diperuntukkan untuk orang Jawa.

Kontroversi sejarah tersebut tidak bisa menafikan bahwa sejak saat itu perjuangan pemuda telah memasuki babak baru. Perjuangan melalui sarana organisasi telah dimulai. Walaupun dimulai oleh organisasi yang bersifat kedaerahan, kesadaran untuk menyatu dalam suatu bangsa sudah ada. Dipelopori oleh para mahasiswa yang disekolahkan oleh Belanda dengan kebijakan politic etis.

Faham nasionalisme mulai menyebar dan terwujud dalam peristiwa sumpah pemuda tahun 1928. Peristiwa ini menandai adanya semangat untuk bersatu dan berjuang bersama dari para pemuda yang berasal dari seluruh Indonesia. Semangat persatuan dan perjuangan ini terus digelorakan oleh para pemuda hingga mencapai puncaknya ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno-Hatta.

Peristiwa ini juga diawali dengan kenekatan para pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta ke Rengas-Dengklok. Tindakan ini diambil oleh para pemuda agar mereka mau secepatnya mendeklarasikan kemerdekaan. Hal ini bertujuan agar kekalahan Jepang tidak dimanfaatkan oleh Belanda untuk masuk kembali ke Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: